AMBON – Dalam upaya merumuskan arah baru peningkatan mutu pendidikan di tingkat regional, perwakilan dari 17 Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Hotel Santika, Ambon, pada tanggal 8 hingga 9 Juni 2026. Pertemuan intensif ini dikemas dalam bentuk Workshop Pengalaman dan Panggilan Ide dengan tema besar “Peran Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) bagi Pemerintah Daerah: LPTK dan Masa Depan Mutu, Pembelajaran dari Program Inovasi.”



Agenda strategis ini menghadirkan para pimpinan dan akademisi dari 17 LPTK yang selama ini menjadi mitra program Inovasi—sebuah program kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia dan Australia. Para peserta yang hadir merepresentasikan wilayah-wilayah kunci program, meliputi Provinsi Maluku, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menjawab Tantangan Mutu Lewat Sinergi LPTK-Pemda.



Workshop dua hari ini memfokuskan pembahasan pada bagaimana LPTK—sebagai institusi pencetak guru dan tenaga kependidikan—dapat mengambil peran lebih strategis dalam membantu Pemerintah Daerah (Pemda) menyelesaikan persoalan literasi, numerasi, dan mutu pembelajaran di daerah masing-masing.
Melalui refleksi mendalam terhadap praktik baik (best practices) yang telah dijalankan bersama program Inovasi, ke-17 LPTK saling berbagi formula sukses dalam mendampingi sekolah-sekolah di daerah program. Pembelajaran ini dinilai krusial untuk dipetakan kembali agar menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi Pemda dalam menyusun cetak biru (blueprint) pendidikan daerah yang berkelanjutan.
“LPTK tidak boleh lagi berdiri terpisah dari kebijakan pendidikan di daerah. Melalui rekam jejak kemitraan bersama Inovasi, kita telah melihat bagaimana intervensi berbasis data dan lokalitas mampu mendongkrak mutu pembelajaran secara signifikan.